main |
sidebar

Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Kalimantan Tengah, Hamdhani, menyambut gembira wacana pemindahan Ibukota ke Palangka Raya. Menurutnya, masyarakat Kalimantan Tengah berbangga hati karena kota mereka disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Ibukota baru di republik ini.
"Ide pemindahan Ibukota disambut baik masyarakat Palangka Raya. Bahkan mereka meminta agar gagasan ini terus diwacanakan dan diwujudkan," ujar Hamdhani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. "Istilahnya, tempat kami itu tampaknya 'dilamar,' jadi tentu kami sambut positif," kata Hamdhani.
Ia menyatakan, wacana pemindahan Ibukota ke Palangka Raya bukan sekali ini saja muncul, karena sejak tahun 1957 Presiden Soekarno telah menyatakan bahwa Palangka Raya akan menjadi ibukota negara. Hamdhani pun memandang Palangka Raya tepat menjadi ibukota, terutama dari sisi geografis.
"Di Kalimantan tidak ada ancaman gempa dan gunung berapi," tuturnya. Hamdhani mengingatkan, sebagus dan selengkap apapun infrastruktur suatu kota, akan percuma saja bila terkena gempa 6 skala Richter.
Namun Hamdhani mengakui bahwa pemindahan Ibukota tidaklah semudah yang diucapkan. "Ini juga menyangkut masalah anggaran," ujarnya. Oleh karena itu, ia mempertanyakan apakah memungkinkan bagi Indonesia untuk membangun Ibukota baru di tempat lain, dengan anggaran yang tersedia saat ini. Masyarakat Palangkaraya, ujarnya, sudah tentu berharap jawabannya adalah 'mungkin.'
Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari menilai bahwa gagasan pemindahan Ibukota tidak bersifat konsepsional sehingga sulit untuk diwujudkan. "Jangan-jangan wacana ini sebentar lagi akan kempes," ujarnya pesimistis.
Jika serius ingin mewujudkan wacana pemindahan Ibukota, kata Hajriyanto, maka pengkajian mendalam harus segera mulai disusun karena persoalan pindah Ibukota bersifat multidimensional.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang juga menyatakan kesiapan rakyatnya untuk menjadikan Palangka Raya sebagai Ibukota. Palangka Raya, kata Teras Narang, juga siap menjadi Ibukota berdasarkan luas wilayah, geografi, perhubungan dan sarana.

Setelah aksi artis senior Pong Harjatmo, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kini diserang hacker (pembajak). Situs porno bergentayangan di dua unit komputer yang memberikan layanan kios informasi di gedung wakil rakyat yang terhormat.
Koneksi internet pada layanan kios informasi di lingkungan gedung DPR itu hanya berjaringan internal. Jadi pelaku diduga kuat melakukan kejahatannya itu langsung secara fisik datang ke gedung DPR.
Sekretariat Jenderal DPR berjanji akan menyelidiki rekaman CCTV yang dipasang di Gedung DPR, untuk mengusut tuntas insiden munculnya gambar-gambar porno di gedung dewan yang telah mengesahkan UU Pornografi itu.
Hingga kini, Sekretariat Jenderal DPR belum mengetahui pembajak dua unit layanan kios informasi di lingkungan gedung. Investigasi yang dilakukan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR pun belum membuahkan hasil.
"Belum. Kami akan melakukan evaluasi dan memeriksa rekaman CCTV," kata Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh, Jakarta.
Modus yang dilakukan pelaku adalah menutup selancar internet milik Internet Explorer (IE). Padahal, selancar IE itu sudah diprogram oleh Sekretariat Jenderal DPR untuk memblokir situs mesum. Dan hanya menampilkan situs resmi DPR.
"Tapi kalau browser IE itu ditutup, dan (pelaku) kemudian mengklik atau membuka IE baru atau firefox yang ada di belakang layar, maka ia bisa membuka situs lain selain DPR," kata Andi Mardinsyah, staf Bidang IT di Pusat Pengkajian dan Pengendalian Data dan Informasi (P3DI).
Bila itu yang terjadi, maka Nining dan P3DI menduga bahwa pelaku pembajakan bisa saja siapapun yang menggunakan kios informasi di lobi Gedung Nusantara III itu.
Alhasil, gambar-gambar porno itu ternyata muncul begitu saja tanpa diklik terlebih dahulu oleh siapapun. Gambar-gambar porno itu pun tidak muncul secara serempak di dua layar kios informasi.
Gambar porno di layar kios informasi kedua baru muncul beberapa saat secara mendadak, setelah gambar porno di layar kios informasi pertama telah hilang dengan sendirinya.
Dengan demikian, tidak mungkin gambar-gambar porno itu dibuka langsung oleh seseorang yang berada di depan kios informasi yang bersangkutan.

Demi mendongkrak popularitas dan 'kejar setoran', Lindsay Lohan terkesan asal dalam memilih dan membintangi sebuah film.
Dalam satu tahun terakhir, Lindsay terlihat menggenjot habis-habisan pamornya seperti dulu. Ia menerima tawaran beberapa film tanpa mempertimbangkan isi cerita maupun skenarionya.
Termasuk saat menjadi cameo di film Underground Comedy 2010, yang sebentar lagi akan dirilisnya. Lindsay tidak menyangka, perannya di film ini menuai banyak protes dan hujatan dari para kritisi film.
Seorang kritikus 24 tahun menilai film Lindsay sebagai film komedi murahan yang memamerkan banyak adegan kekerasan.
"Film ini bersifat ofensif yang berisi banyak humor kotor dan adegan sadis, seperti orangtua yang dipenggal dengan tongkat baseball," kata seorang kritisi.
Lindsay sendiri muncul untuk memparodikan artis fenomenal Marilyn Monroe dalam pose klasik ala Monroe, sambil memegangi gaun putihnya yang tertiup angin.
Dengan wajah penuh dendam, kemudian Lindsay mengeluarkan dua pistol untuk menembak paparazzi. Film ini digarap hanya dalam waktu beberapa minggu sebelum sang aktris divonis masuk penjara.
Para kritikus merasa prihatin dan sedih melihat Lindsay di film ini. Menurut mereka, Lindsay hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Hal ini makin memperkuat karir Lindsay mencapai titik terendah.
Oh, nooo Lindsay !! :terjunpayung: