Tampilkan postingan dengan label Hot Issues. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot Issues. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Konsep Menstra dalam Usaha (1)

Entah, dari dulu memang tertarik atau memang alur waktu, sekarang saya jadi suka sekali konsep manajemen strategi. Kalau saya yang dulu - kurang lebih 4 tahun yang lalu - mungkin lebih semangat mempelajari menstra ini. Tapi kenapa dikasih-nya baru sekarang? Yah, inilah rencana Tuhan. Kalau saja diberikan 4 tahun yang lalu saat saya masih remaja dan begitu menggebu dengan yang namanya visi misi, mungkin yang bisa saya serap hanya kulitnya saja. Dan saya akan menjadi benar-benar pragmatis. Nah sekarang, sudah lebih tua dan bisa memahami esensi suatu hal. Jadinya punya arah tujuan yang lebih matang.
Yang ingin saya soroti dalam tulisan kali ini adalah musim makanan pedas. Tahun lalu, di Surabaya sudah mulai musim makanan pedas. Hanya saja dampaknya ke daerah baru terasa sekarang. Apalagi di Jember. Beberapa bulan terakhir mulai marak pedagang: mi lidi (pelopor), bakso granat, maicih,  dan yang belakangan adalah mie setan. Kalau saya ngga salah ingat, baru sebulan lalu dibuka ruko Mie dan Bakso Setan.
Yang ingin saya cermati, mengapa ruko itu dibuka atas nama Mie dan Bakso Setan? Bukankah pedas itu pilihan, selera. Dan orang kan ngga setiap hari ingin makan pedas. Apalagi menunya kalau ngga mie yaa bakso. Itu kan kurang strategis. Kalau menurut saya - andaikan saya pemilik usaha tsb nih yaa - saya akan buka restoran saja. Kemudian di restoran itu akan saya buat beragam menu untuk pelanggan. Nanti, mie setan dan bakso setan akan saya jadikan salah satu menu khusus untuk menarik pelanggan dan sebagai salah satu menu khas resto saya.
Jadinya kan, nanti pelanggan kalau bosan sama mie setan bisa pilih menu lain. Kadang ada orang masih belum kenyang rasanya kalau ngga makan nasi. Nah, kita sediakan itu! Selain itu, beragamnya menu ini bisa jadi strategi untuk mempertahankan pelanggan.
Tapi itukan kalau saya yang jadi bosnya. Konsep Mie Setan itu juga sudah oke kok. Tinggal menambahkan menu lain saja di listnya. Selesai deh! Gampang, kan.

Mahasiswa: Agent of Change?

Mahasiswa. Ada yang skeptis mendengarnya, adapula yang kagum dan berharap banyak. Seorang teman di grup facebook angkatan ada yang posting pertanyaan berkaitan dengan mahasiswa dan agent of change. Sebenarnya sudah dari beberapa minggu terakhir berkecamuk banyak hal dipikiran yang sangat ingin saya tuangkan kedalam tulisan termasuk mengenai pertanyaan ini, hanya saja masih menang malasnya daripada 'ingin'-nya.
Kembali ke pertanyaan diatas. Menurut saya pribadi, setelah ikut mengamati teman-teman yang KKN dan ikut kegiatan yang frekuensinya masih seumur jagung, mahasiswa sebenarnya dimaksudkan dan ditujukan untuk menjadi agent of change. Lebih tepatnya itu adalah idealisme dan public hope. Mengapa saya katakan 'sebenarnya'? Karena mahasiswa harus KKN, harus magang. Tujuannya dari semua itu adalah mendidik dan mendorong mahasiswa agar menjadi seorang agent of change yang dekat dengan publik (magang) maupun masyarakat (KKN).
Bukankah pada kenyataannya mahasiswa adalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf, dan juga sebagai manusia mahasiswa memiliki persepsinya sendiri dalam memahami sesuatu, terutama dalam materi kuliah yang didapat selama di universitas. Jadi, pasti akan terbentuk beragam persepsi pribadi yang lebih menentukan pemikiran dan jati diri seseorang daripada public hope itu sendiri.
Mahasiswa sangat sangat diharapkan menjadi seorang agen perubahan. Apa yang didapat mahasiswa dibangku kampus - jika boleh saya andaikan - sudah masuk level intermediate. Sedangkan anak SMA masih beginner alias pemula. Mau yang niat, yang ga niat, yang rajin, yang ogah-ogahan, semua mahasiswa basicnya intermediate. Baru kalau yang niat, yang rajin, yang nyantol, dapet dobel pangkat ke advance level.
Mengapa saya katakan sangat sangat diharapkan?
Memang, KKN itu hanya berbobot 3 sks. Tapi toh ga sedikit universitas yang mewajibkan mahasiswanya untuk KK. Jadi memang sebagai mahasiswa harus menyadari harapan publik yang melekat pada diri dan titel seorang mahasiswa. Bagaimana caranya? Saya kira, seiring dengan terbentuknya persepsi pribadi dan pemahaman terhadap materi kuliah, mahasiswa harus selalu ingat dengan peran seorang mahasiswa dan public hope yang terbentuk di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat lebih fleksibel  dan lebih bijak menanggapi masyarakat pada umumnya.

Rabu, 27 Juli 2011

Lagi, Kekerasan terhadap Awak Media

Tadi pagi, waktu saya bersih-bersih sambil nonton tivi, eh malah denger berita tentang Raul Lemos. Kejadiannya bermula di airport. Konon katanya nih ya, dia dilaporkan awak media 'gossip' atas tuduhan melakukan kekerasan. Kekerasan macam apa masih belum jelas juga sih. Kalau menurut pengakuan Krisdayanti, Raul belum sampai melakukan kekerasan, masih dalam batas 'akan'. Memang, kasus ini sudah sampai ke polisi dan akan terus dikembangkan. Pihak Raul juga berinisiatif mengikuti alur saja. Meski demikian, Raul-Krisdayanti sudah meminta maaf.
Memang, masalah ini masih belum jelas. Saya juga tidak terlalu tertarik terhadap berita kekerasan awak media. Kenapa? Karena menurut saya, kadang wartawan juga terlalu melebih-lebihkan dan tidak memandang kejadian tersebut dari sisi orang lain. Jadinya mereka seperti memakai kacamata kuda. Sejatinya kekerasan bukan hal yang baik, saya setuju sekali. Tapi disisi lain, hiperbola juga tak baik. Sekarang coba kita amati lagi kasus Raul tadi. Saat itu mereka sedang di airport. Mereka pasti lelah dan ingin cepat istirahat, bukannya diburu dan diberondong pertanyaan yang mungkin saat itu, terasa jemu untuk menanggapi. Apalagi kondisi Krisdayanti sedang hamil. Dia pasti ingin istirahat, menginginkan kedamaian. Dan Raul, sebagai suami, berusaha melindungi istrinya dengan cara yang salah.
Sebaiknya disini media 'gossip' yang melaporkan dan Raul sama-sama intropeksi. Raul Lemos yang mempersunting seorang diva seharusnya siap dengan segala resiko. Dan kesiapannya itu selayaknya dibuktikan melalui perbuatannya, misalnya dengan lebih menahan emosi dan bersabar menghadapi media. Di sisi lain, media  sebagai pihak yang selalu memburu berita memang telah membesarkan nama Krisdayanti, tetapi apakah lantas itu dijadikan acuan untuk menghilangkan rasa sosial terhadap satu sama lain? Seharusnya media juga punya rasa tenggang rasa. Saya tidak tahu bagaimana detil aturan pers, apakah memang telah mengatur media 'gossip' atau media 'selebrita' mungkin lebih tepatnya. Kekerasan memang hal besar. Tapi bukankah konon katanya kekerasan itu tidak sampai dilakukan? Bukankah sebenarnya pihak Krisdayanti juga bisa melaporkan awak media bersangkutan atas tuduhan mengganggu ketentraman orang lain? Apakah memang sebaiknya media 'gossip' harus diminimalisir? Bagaimana sebenarnya sistem hukum di Indonesia ini? Bukankah hal ini bisa dianalogikan dengan maling ayam yang diseret ke meja hijau? Apakah ini akibat dari 'rule-based' aturan hukum di Indonesia?
Wallahua'lam bisshowwab . .

Selasa, 03 Agustus 2010

Sinta dan Jojo Nyanyi Keong Racun Tanpa Lipsync!


Popularitas Sinta dan Jojo terus meroket setelah sukses membawakan lagu secara lipsync berjudul 'Keong Racun' dan videonya diunggah ke Youtube. Bahkan, Sinta dan Jojo sudah mendapat tawaran untuk rekaman.
Memang banyak pihak yang meminta Sinta dan Jojo membawakan lagu 'Keong Racun' secara langsung tanpa lipsync. Salah satunya adalah penyanyi Derby Romero. Ia mengaku akan menunggu penampilan Sinta dan Jojo untuk menyanyikan lagu tersebut dengan suara asli mereka.

"Orang tahu Keong Racun itu karena ada Sinta dan Jojo. Tapi, kalau lipsync terus pasti bosan. Buat gue yang menarik kalau mereka menyanyikan lagu Keong Racun beneran. Selama ini sih yang menarik dari mereka gayanya yang lucu," kata Derby saat ditemui di Studio RCTI, Jakarta Barat, Selasa 3 Agustus 2010.

Menurut kekasih Dinda Kanya Dewi ini, selama ini orang juga penasaran dengan suara dari dua mahasiswi tersebut. Derby juga yakin bila terus diasah maka Sinta dan Jojo juga bisa menjadi penyanyi dan memiliki album.

"Orang juga pengen dengar mereka nyanyi. Yang penting mereka profesional, meskipun suara pas-pasan. Suara pas-pasan kan belum tentu orang nggak bisa nyanyi, bisa dilatih," ucapnya.

Jika benar keduanya menjadi penyanyi, Derby mengaku dirinya tak takut bersaing dengan Sinta dan Jojo. Dia juga tidak keberatan jika lagunya dibawakan lipsync oleh sinta dan Jojo. "Nggak masalah, gue akan menontonnya. Itu suatu kreativitas," ujarnya.

Dihina, Wali Band Go International

Lain dengan band dan lagunya david naif yang tidak laku dipasaran. Lagu wali yang diaransemen dalam bahasa inggris laku keras di eropa setelah berkali-kali merajai belantika musik tanah air.


Minggu, 01/08/2010 10:55 WIB
'Cari Jodoh' Wali Laku Keras di Eropa

Jakarta - Lagu 'Cari Jodoh' milik band Wali yang diaransemen ulang oleh penyanyi asal Republik Malta (Eropa Selatan), Fabrizio Faniello, laku keras di pasaran Eropa. Lagu tersebut mampu bertahan berminggu-minggu di tangga lagu Eropa.

Lagu 'Cari Jodoh' diaransemen ulang oleh Fabrizio dalam versi bahasa Inggris. Lagu tersebut berjudul 'I No Can Do' dan mendapatkan tempat yang bagus di telinga masyarakat Inggris khususnya.

"Iya memang kita dapat laporan kemarin sampai bertahan beberapa minggu di tangga lagu Eropa," kata manajer Wali, Aji, saat dihubungi detikhot via ponselnya, Minggu (1/8/2010).

Menurut Aji, awak personel wali tidak percaya nada lagu 'Cari Jodoh' diminati oleh orang bule. Namun Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomie (drum), Ovie (kibot), dan Nunu (bass) bangga karyanya bisa diterima di Benua Eropa.

"Mereka baru saja bilang bangga banget. Apalagi ini karya asli musisi Indonesia yang mendapatkan tempat dan diaransemen ulang sama musisi internasional," jelasnya.

Tumor Pankreas Menyerang Revaldo

Kabar baru datang dari artis Revaldo yang sedang mendekam di dalam tahanan Polres Jakarta Barat. Artis yang tertangkap polisi karena kasus narkoba ini menurut keluarga besarnya sedang menderita tumor pankreas.
Keluarga meminta agar Revaldo dapat bebas sementara agar bisa menjalani pengobatan untuk penyakitnya tersebut.

"Menurut pihak keluarganya memang seperti itu. Kita belum dapat data pastinya. Aldo (panggilan Revaldo) juga belum cerita. Tetapi, keluarganya bilang ke kita seperti itu," kata kuasa hukum Aldo, Bobby Sinulingga saat dihubungi VIVAnews, Selasa 3 Agustus 2010.

Bobby mengaku pihaknya sedang menunggu data-data yang akurat soal penyakit yang kini sedang diderita pemeran Rangga dalam sinetron 'Ada Apa Dengan Cinta?' tersebut. Rencananya, keluarga Aldo akan mengantarkan data-data itu secepatnya agar pria itu bisa segera menjalani pengobatan terhadap penyakitnya tersebut.

"Kata keluarganya, menurut dokter tumor itu harus segera di operasi," ucapnya.

Bobby menambahkan keluarga Aldo memang berusaha untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap pria tersebut. Tetapi, dia tahu untuk kasus narkoba itu memang tak diizinkan untuk mengajukan narkoba.
Dia merasa keluarga Aldo salah mengartikan karena dalam kasus Aldo ini tak bisa mengajukan penangguhan penahanan tetapi kemungkinan dengan penyakit yang diderita pria berambut ikal tersebut, pihaknya bisa mengajukan upaya hukum untuk izin pengobatan.

"Mungkin keluarganya berpikir ini bisa jadi bagian penangguhan penahanan. Nggak mungkin ditahanan Aldo mendapatkan perawatan jadi meminta perawatannya di tempat lain. Kita minta pengajuan untuk minta izin pengobatan untuk Aldo. Tapi, untuk itu kita juga butuh data soal penyakit Aldo," ujarnya.

Alasan Angelina Jolie Begitu Mencintai Brad Pitt


Angelina Jolie sangat bahagia menjalani hari-harinya bersama Brad Pitt. Aktris ini menuturkan semakin hari dia semakin bertambah cinta dengan pasangan hidupnya tersebut. Banyak alasan yang membuat Jolie mencintai aktor tersebut.

Jolie mengaku mencintai Brad Pitt karena di matanya Brad Pitt adalah pria sejati. Bintang film 'Salt' ini mengatakan dirinya sangat mencintai pria tersebut karena Brad Pitt memiliki kepribadian yang menarik dan dia juga ayah serta aktor yang hebat.

"Dia sangat kuat, pintar, dan juga sensitif. Dia adalah pria sejati," kata Jolie seperti dikutip dari Femalefirst, Senin 2 Agustus 2010.

Meski hubungan cinta pasangan tersebut terus-terusan dihujani gosip tak sedap, rasa cinta Jolie terhadap aktor tersebut tak terpengaruh.
Jolie menuturkan ikatan cinta di antara mereka tetap stabil sejak keduanya mulai menjalin hubungan pada tahun 2005 silam saat mereka terlibat dalam film yang sama 'Mr and Mrs Smith'. Pada saat itu, Brad Pitt masih resmi menjadi suami dari Jennifer Aniston.

Berbagai tudingan miring seputar cinta kedua aktris dan aktor Hollywood itu tak membuat Jolie bergeming. Dia tetap menjalankan hubungan cintanya dengan Pitt sampai saat ini. "Kami baik-baik saja. Kami hanya tertawa saja melihat tulisan-tulisan tentang kami karena kami baik-baik saja," ucapnya.

Dari hubungan tersebut, Jolie dikaruniai tiga orang anak. Mereka juga mengadopsi tiga orang anak dari negara yang berbeda. Sampai saat ini, keduanya belum berencana untuk menikah.
Mereka akan menikah jika keenam anaknya langsung yang meminta dan memaksa orangtuanya untuk melegalkan hubungan mereka dengan menikah secara resmi.

Saat ini, Jolie dan Pitt lebih fokus untuk membesarkan keenam anak mereka. Keduanya sepakat untuk memberikan kehidupan yang baik untuk anak-anaknya.
Mereka juga selalu menyempatkan diri untuk memberikan perhatian ekstra untuk anak-anak di sela-sela kesibukan syuting yang padat. 

Angelina Jolie Menderita Depresi Ekstrim [?]

Angelina Jolie selalu menarik perhatian publik. Semua orang ingin tahu tentang dirinya. Baru-baru ini tersiar kabar jika Jolie sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit dan membuat nyawanya nyaris melayang.

Hal itu diungkapkan oleh penulis Ian Halperin yang menuliskan buku berjudul 'Brangelina: The Untold Story of Brad Pitt and Angelina Jolie'. Dalam bukunya itu, penulis ternama ini mengklaim Jolie terpaksa membutuhkan bantuan medis karena superstar tersebut menderita depresi ekstrim.

"Dia sangat bingung, lelah dan tertekan. Semuanya terus diam-diam. Jolie berjuang menghadapi depresi berat selama berbulan-bulan ketika semuanya datang. Dia hampir mati," kata sumber seperti dikutip dari Showbizspy, Selasa 3 Agustus 2010.

Gara-gara depresi berkepanjangan yang diderita bintang film 'Salt' tersebut, Jolie sempat kehilangan kontrol terhadap dirinya sendiri. Tak mudah bagi Jolie untuk menghadapi masalah tersebut. Dia terus berjuang dan berusaha keras untuk sembuh dari depresi yang membuatnya merasa tersiksa tersebut.

"Sangat menakjubkan dia masih ada sampai saat ini. Saya mencintainya dan berharap yang terbaik untuknya. Dia selalu memiliki hati besar dan suka tertawa," ucap sumber lagi.

Tetapi, seorang sumber lain mengatakan sempat khawatir melihat kondisi Jolie sekarang ini. Apalagi, tubuh pasangan hidup Brad Pitt tersebut yang semakin hari semakin terlihat kurus.

"Beberapa orang merasa dia menderita anoreksia. Tentu saja, dia kehilangan berat badan banyak. Jika dia turun berat badan lebih dia hanya akan tinggal kulit dan tulang," ujarnya.

Senin, 02 Agustus 2010

Film Terbaru Lindsay Lohan Menuai Protes

Demi mendongkrak popularitas dan 'kejar setoran', Lindsay Lohan terkesan asal dalam memilih dan membintangi sebuah film.

Dalam satu tahun terakhir, Lindsay terlihat menggenjot habis-habisan pamornya seperti dulu. Ia menerima tawaran beberapa film tanpa mempertimbangkan isi cerita maupun skenarionya.

Termasuk saat menjadi cameo di film Underground Comedy 2010, yang sebentar lagi akan dirilisnya. Lindsay tidak menyangka, perannya di film ini menuai banyak protes dan hujatan dari para kritisi film.

Seorang kritikus 24 tahun menilai film Lindsay sebagai film komedi murahan yang memamerkan banyak adegan kekerasan.

"Film ini bersifat ofensif yang berisi banyak humor kotor dan adegan sadis, seperti orangtua yang dipenggal dengan tongkat baseball," kata seorang kritisi.

Lindsay sendiri muncul untuk memparodikan artis fenomenal Marilyn Monroe dalam pose klasik ala Monroe, sambil memegangi gaun putihnya yang tertiup angin.

Dengan wajah penuh dendam, kemudian Lindsay mengeluarkan dua pistol untuk menembak paparazzi. Film ini digarap hanya dalam waktu beberapa minggu sebelum sang aktris divonis masuk penjara.

Para kritikus merasa prihatin dan sedih melihat Lindsay di film ini. Menurut mereka, Lindsay hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Hal ini makin memperkuat karir Lindsay mencapai titik terendah.



Oh, nooo Lindsay !! :terjunpayung:

Maia Melepas Meychan

Maia Estianty tak kaget saat grup vokal garapannya, Duo Maia, dikabarkan bubar. Pasalnya, pasangan duetnya, Mey Chan, seringkali ampil sendirian. Malahan Meychan juga sering terlihat menjadi DJ ketimbang bersama Maia. 

"Duo Maia enggak akan bubar. Mey Chan sering nyanyi sendiri memang iya," katanya saat dijumpaidi kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/7) sore.

Maia membiarkan Meychan mengasah kemampuannya sendiri dan lepas dari Duo Maia. Namun, Maia malah kebingungan lantaran Meychan malah tak ingin pergi darinya. "Sekarang aku memang sengaja mendidik dia (Meychan). Kalau pasangan duo aku yang lain kan biasanya ingin cepat-cepat pisah dari aku. Tapi kalau Meycan disuruh sendiri enggak mau, tapi nempel terus. Sekarang aku benar-benar mendidik dia. Pertama jadi DJ dulu. Terus sekarang dia berani kalau nyanyi-nyanyi sendiri," kata Maia.

Maia berniat pensiun sebagai penyanyi dan memilih memproduseri artis. "Aku di belakang layar aja, lebih fokus ke bisnis-bisnis aku yang lain. Insya Allah ada bisnis kecantikan yang launching akhir tahun ini atau tahun depan," katanya.

Sejarah Keong Racun


Keong Racun tiba-tiba menyelip, lalu menggelegar di jagat hiburan tanah air. Lagu yang syarat dengan sindiran dan syair nakal ini jadi pembicaraan orang ramai di dunia maya. Sejumlah stasiun radio berulang kali memutar lagu itu.
Keong Racun bahkan sempat menempati posisi nomor satu trending topic di Twitter. Lagu yang meluncur dari Bandung itu bergantian menempati posisi puncak dengan Tony Hayward, yang mengundurkan diri dari perusahaan minyak raksasa British Petroleoum.
Jika Tony Hayward turun dari posisi puncak meninggalkan kemewahan dan gaji selangit, Keong Racun melaju di jalur berlawanan. Lagu ini mendaki ke puncak  dari ruang tamu sebuah rumah kecil di gang sempit Bojongloa, Bandung, Jawa Barat.
Lagu yang dinyanyikan secara lipsync oleh dua remaja wanita ini, Shinta dan Jojo, diciptakan oleh Subur Tahroni. Di Bandung, Subur dikenal sebagai pencipta lagu yang produktif. Berusia 49 tahun, ia tinggal di sebuah rumah sempit berukuran 5 x 6 meter.
Rumah sederhana itu bersesakan dengan rumah-rumah kecil lain di Gang Siti Mariah, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Bersama istrinya dan keempat anaknya, Subur sudah lama tinggal di situ.
Tinggal di kawasan yang padat, di tengah banyak orang yang susah, justru membuat daya cipta Subur Tahroni selalu menyala. Dia merekam begitu banyak ironi kehidupan. Salah satu lagunya yang tenar di Bandung adalah "Pacar Lima Langkah."
Lagu itu diinsipirasi oleh kehidupan asmara di gang sempit itu. Pacaran dengan tetangga, begitu lirik lagu Subur, sungguh beruntung. Hemat dalam segala hal. Coba saja simak syairnya.
Pacarku memang dekat
Lima langkah dari rumah
Tak perlu kirim surat
SMS juga gak usah

Kalo rindu bertemu
Tinggal ngomong depan pintu
Tangan tinggal melambai
Sambil bilang helo sayang
Lagu Keong Racun juga diinspirasi dari kehidupan orang-orang di sekitar Subur. Anak Subur bernama Bayu Eka Prasetya mengisahkan lagu itu digubah sang ayah pada tahun 2008, diilhami oleh kawannya yang seorang playboy tulen alias doyan gonta-ganti pacar.
"Saya tanya ke Bapak soal lagu ini, kata Bapak lagu ini cerita tentang temannya yang suka main cewekplayboy," kata Bayu kepada VIVAnews.com. Dia menambahkan, ayahnya makin dikenal masyarakat sejak lagu Keong Racun berkumandang di mana-mana.
Saat VIVAnews.com bertandang ke rumah itu, Kamis, 29 Juli 2010, Subur sedang tidak di rumah. Sudah dua hari dia tidak pulang. Menurut Bayu, ayahnya hanya bilang ingin menenangkan diri dahulu ke luar kota. "Mungkin sedang mencari inspirasi," ungkapnya.

Bayu beserta ibunya Yeti Wartini (49) mengaku senang lagu ciptaan Subur bisa terkenal di seluruh negeri setelah dinyanyikan secara lipsync oleh Shinta dan Jojo. Menurut Bayu, ayahnya yang seniman tidak mempermasalahkan lagunya dinyanyikan oleh orang lain.

Selain Keong Racun, Buy Akur--begitu Subur biasa disapa--telah menciptakan ratusan lagu dari berbagai genre, seperti rock, pop, dan dangdut. 

Bayu mengisahkan suatu hari Lisa, penyanyi yang pertama kali mendendangkan lagu Keong Racun, pernah datang ke rumahnya bersama Charlie - ST12. Mereka berniat membeli hak cipta lagu itu.
Bayu tak tahu berapa lagu-lagu ciptaan Buy selama ini dihargai. "Sudah profesi Bapak untuk menciptakan lagu, saya tidak tahu harga satu lagu berapa," kata Bayu.
Inilah syair Keong Racun yang sedang meledak di blantika musik nasional itu:
Dasar kau keong racun
Baru kenal eh ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Eh, ku takut sekali
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh, kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy

Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body semok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kau kaya
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak check-in dan santai
Sorry sorry sorry, Jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry, Bang
Ku bukan cewek murahan