Rabu, 24 Maret 2010

METADATA

1. Metadata merupakan data dari data, informasi dari data dan keterangan dari data. Di dalam metadata yang telah dikumpulkan oleh badan pemilik data tersebut , misalnya Badan Penelitian Terumbu karang , metadatanya meliputi data-data penelitian tentang terumbu karang dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan karang seperti : kualitas air, ikan karang, oseanografi dan juga data sosial ekonomi.

2. Metadata : Informasi yang disimpan, baik dalam bentuk media cetak ataupun format digital adalah data. Dalam dunia digital, data bisa mengalir melalui media tertentu, misal dari cakram DVD ke layar monitor atau TV, dari komputer ke komputer dalam jaringan lokal, atau di dunia internet dari host ke host antar negara. Manusia mengenali isi data dengan membaca atau mencermati isi datanya secara langsung, tak peduli kontainernya seperti apa, misalnya kita membaca koran, melihat poster dan reklame, iklan TV dan sebagainya. Dalam dunia sistem informasi di era digital ini sumber daya komputer memerlukan upaya yang lebih jika setiap interaksi komputer harus membaca dan menganalisis isi data tersebut. Sebagai kemudahan –tidak hanya dalam dunia digital– manusia mengenal konsep metadata, dari prefix meta yang secara umum mempunyai arti sebagai abstraksi data.

Metadata is data about data.

Saat kita mencari-cari buku cetak di perpustakaan, kita mencari-carinya dalam katalog. Sebuah deretan kertas kecil yang berisi judul buku, pengarang, penerbit dan informasi kecil lainnya yang cukup berarti yang disusun struktural. Pengelola perpustakaan menyediakan metadata dalam bentuk katalog untuk kemudahan pencarian. Lebih mudah mencari buku melalui katalog satu lemari dibandingkan harus mencarinya dengan berjalan dari rak ke rak buku di sebuah perpustakaan yang luas.

Metadata is information about data.

Informasi kecil yang cukup representatif dalam katalog memberikan kemudahan pencarian. Dunia komputer mempermudah hal tersebut, misalnya kita mencari sebuah nama berkas dokumen teks dalam sebuah harddisk berukuran 120GB, yang kita tahu hanya nama berkas. Pencarian tersebut dilakukan oleh komputer, kita hanya tinggal menunggu berkas tersebut sebenarnya ada di direktori mana.

Komputer dikendalikan oleh sistem operasi. Sistem operasi yang canggih semakin memudahkan manusia. Pencarian oleh komputer dipersingkat dengan komputer telah terlebih dahulu mengindeks semua data yang ada di komputer. Tidak hanya nama berkas yang harus anda ketahui dalam mencarinya, namun properti lain yang terkait dengan data bisa kita pakai sebagai kata kunci pencarian.

Tidak hanya metadata yang diindeks oleh komputer, isi data terutama teks juga diproses menjadi metadata dalam membangun indeks. Semakin memudahkan manusia melakukan pencarian. Dalam skala komputer personal memang belum semua sistem operasi mengindeks semua data yang ada dalam komputer. Dalam skala yang lebih besar, mesin pencari seperti Google melakukan pengindeksan milyaran halaman web agar pengakses internet lebih mudah melakukan pencarian.

Seluruh halaman web yang diindeks oleh Google tentu tidak struktural. Namun ketidakstrukturalan tersebut masih diupayakan lebih terstruktur, misalnya Google menerapkan indeks melalui parameter metatag halaman web, teks heading, teks empasis, selain dari nama URL. Peluang peringkat hasil pencarian juga ditentukan oleh skor PageRank yang diimplementasikan oleh Google. Jadi hasil pencarian sesuatu yang kita lakukan di Google adalah sebenarnya hasil pencarian dari indeks yang dibuat Google dan Google mengindeks dari seluruh data yang dikumpulkan oleh robot-robot pencarinya.

Metadata is information about information.

Secara bertingkat proses di atas adalah menyusun data dari data, data disusun lagi menjadi data, terus berulang, ripitum ad infinitum, hingga kita sendiri bisa terkecoh mana data dan mana metadata, sebab metadata adalah data juga. Akhirnya arti metadata menjadi lebih global, menjadi informasi tentang informasi, mengikuti evolusi dunia informasi, segalanya adalah informasi.

Dalam praktik keseharian metadata ini sering dilupakan pengguna untuk kasus “metadata yang harus ditulis oleh manusia”. Saat kita membuat berkas kita harus menuliskan nama berkas tersebut ke dalam media penyimpanan data. Tanggal penyimpanan dan format otomatis dituliskan oleh komputer. Di dunia Windows, saat Microsoft beralih dari format nama berkas 8.3 (8 karakter nama berkas, 3 karakter ekstension) menjadi 256 karakter ada kecenderungan orang menuliskan metadata dalam nama berkas, misalnya membuat dokumen kuliah dengan nama berkas “Tugas AR-6868 Kasus Studi Numerik Semester Tujuh tahun 2068 siap diprint yang dosennya Profesor Anu yang sangat menyebalkan deh.doc”

Format digital lain kini semakin seksama dalam hal metadata, misalnya anda membeli lagu dari iTunes, tak hanya lagu yang anda dapatkan tapi juga termasuk metadatanya yang cukup komplet, nama penyanyi, album, tahun, nomor trek, genre, gambar sampul CD dan lainnya menyertai lagu tersebut sehingga aplikasi maupun sistem operasi tak hanya menampilkan nama berkasnya saja, dan implementasi metada ini menjadi kemudahan kita dalam melakukan pencarian atau penyortiran berkas. Selain metadata struktural seperti di atas kita pun mengenal metadata yang tidak struktural, yaitu label atau tag dalam konsep folksonomi.

Begitu pula dengan hasil kamera digital dalam bentuk EXIF, gambar format JPG yang kita transfer ke komputer selain berisi gambarnya itu sendiri juga disertai dengan metadata setting kamera, besaran bukaan, kecepatan shutter, ISO, white balance dan banyak lainnya yang suatu saat pasti berguna dalam dunia komputasi. Contoh sederhana dalam implementasinya adalah di Flickr, kita bisa mencari foto khusus yang dihasilkan kamera tertentu, fitur ini bisa terjadi karena setiap foto yang dikirim ke Flickr disertai dengan metadata EXIF yang dihasilkan oleh kamera.

Fundamentally, then, metadata is “the data that describe the structure and workings of an organization’s use of information, and which describe the systems it uses to manage that information”.

(sumber : http://yulian.firdaus.or.id/2007/02/06/metadata/)

3. METADATA
Data merupakan sekumpulan simbol-simbol terstruktur yang memiliki makna tertentu dan dapat dikelompokkan berdasar maknanya atau fungsinya dalam suatu konteks domain tertentu. Data dapat disusun dari kumpulan karakter-karakter alphabetis, numerik, garis atau gambar yang memiliki maksud/makna tertentu. Data-data yang saling berhubungan dapat disusun dan saling dikaitkan untuk dibentuk sebagai penjelas sesuatu yang lebih kompleks. Bentuk kumpulan data yang terkait ini biasanya dikenal sebagai Informasi.


Didalam dunia pengolahan data dan informasi ada istilah yang tidak asing lagi, yaitu METADATA. Metadata adalah istilah saja dari proses pengidentifikasian suatu atribut dan struktur dari sebuah data atau informasi. Konsep ini sudah lama ada hanya mungkin baru saja dikenalkan dan diketahui oleh banyak pihak setelah terjadinya revolusi di bidang Teknologi Informasi. Ada pihak yang menyebut istilah Metadata ini sebagai data yang menjelaskan sebuah data itu sendiri ( Data about data ). Banyak standar metadata yang sudah dipublikasikan saat ini, namun yang paling banyak dipakai adalah bentuk metadata MARC dan Dublin Core. Di Indonesia sendiri MARC sudah diadopsi menjadi INDOMARC.

MARC dan INDOMARCH (Machine Readable Cataloging)

Metadata ini sudah lama dipakai di kalangan perpustakaan sebagai standar katalogisasi. Di Indonesia MARCH diadopsi menjadi INDOMARCH agar memudahkan identifikasi proses katalogisasi yang sesuai dengan kaidah dan kesepakatan para pustakawan di Indonesia. Format INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 untuk Indonesia, sebuah format untuk tukar-menukar informasi bibliografi melalui format digital atau media yang terbacakan mesin (machine-readable) lainnya.

Dublin Core

Dublin Core merupakan salah satu metadata yang digunakan untuk web resource description and discovery. Dublin Core dihadirkan karena ada beberapa pihak yang merasa kurang sesuai untuk menggunakan bentuk MARC sehingga diadakan suatu kesepakatan menyusun sebuah metadata baru yang lebih mudah dan fleksibel serta mempunyai kemampuan untuk dikembangkan dibanding MARC. Informasi mengenai metadata ini dapat Anda temui di http://www.dublincore.org.

Metadata data dublin core tersusun atas 15 element dasar yaitu :

• Title : judul dari sumber informasi
• Creator : pencipta sumber informasi
• Subject : pokok bahasan sumber informasi, biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci atau nomor klasifikasi
• Description : keterangan suatu isi dari sumber informasi, misalnya berupa abstrak, daftar isi atau uraian
• Publisher : orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi
• Contributor : orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi
• Date : tanggal penciptaan sumber informasi
• Type : jenis sumber informasi, nover, laporan, peta dan sebagainya
• Format : bentuk fisik sumber informasi, format, ukuran, durasi, sumber informasi
• Identifier : nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasian sumber informasi. Contoh URL, alamat situs.
• Source : rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi
• Language : bahasa yang intelektual yang digunakan sumber informasi
• Relation : hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi lainnya.
• Coverage : cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu
• Rights : pemilik hak cipta sumber informasi

Referensi :

* Dublin Core Website. http://www.dublincore.org
* Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan by Ikhwan arif

(sumber : http://librarycorner.org/2007/03/02/data-dan-metadata/)

4. Definisi sederhana dari metadata adalah data mengenai data. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll. Untuk jenis data gambar (image), metadata mengandung informasi mengenai siapa pemotretnya, kapan pemotretannya, dan setting kamera pada saat dilakukan pemotretan. Satu lagi untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Metadata)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar